Senin, 04 Oktober 2010

HIDUPKU, DARI SOL SEPATU

Siang terasa terik di pinggir jalan keputran,Surabaya. Terlihat beberapa orang sedang mengantri untuk menjahitkan sepatunya. Dibalik antrian itu, terlihat satu dua orang yang sedang semangat menjahit sepatu-sepatu yang telah menumpuk didepannya. 
Saat ini olahraga indoor Futsal, memang sedang marak. Hal ini yang membuat beberapa kaum muda, khususnya yang menyukai olahraga ini untuk menjahitkan sepatunya. Biasanya mereka membeli baru terlebih dahulu  di toko, lalu mereka menjahitkannya supaya lebih kuat, seperti yang ada di daerah keputran ini.
Saya sendiri mengantar teman saya yang juga akan menjahitkan sepatu futsalnya. Hmm,ternyata rame juga ya. Atau mungkin saat hari libur(minggu). Dan itu yang membuat kami harus sedikit mengantri.  Saat mengantri, saya sempat berfikir kepada orang ini. Saya salut dengan semangatnya yang kelihatan dari mukanya saat dia menjahit sol-sol sepatu itu. Dia harus rela panas-panasan di pinggir jalanan Surabaya yang panas, polusi dan debu kendaraan yang beterbangan yang tentunya akan menggangu kesehatan. 
Dengan bermodal ketekunan dan mental yang bagus, mereka siap dengan segala kemungkinan. Berharap dapat duwit yang halal walaupun harus bersusah payah. Saya sempat berfikir, berapa Rupiah yang berhasil dia dapatkan dalam sehari. Mungkin saat ini dia ramai, tapi bagaimana kalau saat sepi.  Adakah dia keluarga yang harus ia cukupi kebutuhan dapurnya, atau anak-anak yang harus ia cukupi kebutuhan pendidikannya.
Saya sadar sesaat, betapa sulitnya mengais rejeki dijaman modern ini. Tapi paling tidak saya salut kepada orang ini. Dengan semangat dan kerja kerasnya, paling tidak dia masih bisa menghasilakn uang yang halal walaupun dengan bersusah-payah dan dengan semangatnya yang tanpa  putus.

0 comments: