Kamis, 19 Agustus 2010

SEMPATKAH KITA MEMPERHATIKANNYA???


Jauh dari otak dan pikiran kita, seseorang yang telah membantu kita disaat kita sedang membutuhkannya. Butuh dan benar-benar butuh, hingga kadang-kadang kita harus mengetok pintu rumahnya, hanya untuk kepentingan kita. Bukan karena kendaraan kita mogok, tapi karena kempes, atau bocor.
Saat berlalu-lintas, sempatkah kau memikirkan dia??seseorang yang sedang duduk dibawah mesin pompa angin mereka dengan beralaskan seadanya, kadang lagi duduk-duduk dengan santai menunggu rejeki yang datang kepadanya. Tapi sebenarnya dia tidak berharap ada orang yang terkena apes, karena ban sepeda atau sepeda motornya kempes. Dia hanya beharap mendapatkan uang yang layak dan halal dari keringatnya, menambal ban atau sekedar memompanya.
Lalu apakah adil bagi kita, buat mereka. Kita bisa saja kesusahan saat kita membutuhkannya dan harus mencarinya kesana-kemari disaat ban motor kita kempes. Lalu setelah itu kita cuekkan dan kita tinggalkan begitu

Selasa, 17 Agustus 2010

Wahai Negeriku, Sudahkah Kau Memerdekakan Aku???



Hari ini, 17 Agustus 2010 adalah peringatan hari kemerdekaan Negeriku, Indonesia. Tepat pada hari ini Indonesia telah merdeka selama 65 tahun.  Adalah perjuangan yang sangat berat, untuk mencapai Indonesia pada hari ini, hari kemerdekaan dari yang sebelumnya terjajah selama hampir 3,5 abad. Bukan waktu yang singkat teman.
Mungkin bisa kita saksikan para kakek-kakek atau buyut kita yang telah merelakan harta dan nyawanya untuk melihat anak cucunya berdiri di bawah kibaran bendera sang saka merah putih sambil menyanyikan lagu, Indonesia Raya dengan mengangkat tangan kanan di atas pelipis mereka, yang artinya Indonesia telah merdeka. Kita bebas dari sang penjajah
Itu adalah bangsa kita yang merdeka, Indonesia. Apakah semuanya juga sudah ikut merdeka? Ada banyak hal yang masih kita lupakan di era kemerdekaan ini, yakni para pahlawan kita. Para pahlawan yang sekarang telah renta dengan otot-otot yang masih menyisakan sedikit tenaga untuk menikmati kemerdekaan ini. Tak urung jua, kadang-kadang mereka masih harus mencari makan, mengais rejeki seadanya untuk meneruskan hidup mereka. Dimana pemerintah, dimana jiwa sosial kita yang katanya, Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Tapi kenyataan tak terlihat seperti itu.
Banyak kita dengar para sesepuh, atau orang-orang mantan pejuang yang ada di sekitar kita yang dulunya pernah mengorbankan jiwanya untuk bangsa, tapi kita bisa lihat kehidupannya. Kehidupan yang pas-pasan yang kadang jauh dari kata kecukupan. Sungguh malang nasibnya. Sementara banyak anak-anak muda sekarang, berhura-hura dengan kesenangan mereka tanpa memperhatikan, tanpa merasakan mati untuk sebuah kain dua warna, merah putih.
Wahai pahlawanku, kaulah pahlawan sebenarnya. Bersabarlah. Saat ini, mungkin tidak ada yang peduli  kepadamu, tapi Tuhan tahu bahwa kau yang telah benar-benar berani mengorbankan nyawamu demi sebuah upacara bendera di hari 17 Agustus. Ya..demi kemerdekaan Bangsa ini, Indonesia.

Perpaduan Antenna dan Menara


Suatu hal yang jarang saya jumpai, saat saya melintas di jalan Nginden Intan Raya. Dari jauh terlihat beberapa menara masjid dengan beberapa antenna di dalamnya. Seiring kendaraan kami mendekat, terlihat semakin jelas bahwa yang ada disitu adalah sebuah antenna BTS. Tapi entah Bts milik operator apa.

Yang saya lihat disini, beberapa antenna BTS itu dikemas sedemikian rupa hingga terkesan jauh dari sebuah BTS sebuah operator telepon karena yang dipakai adalah menara sebuah masjid. Saya melihat, ada  empat menara BTS dan hanya satu yang difungsikan ganda, yakni sebagai menara masjid dan sebagai tempat antenna. Tapi yang 3 hanya difungsikan sebagai menara BTS saja.

Penataan yang apik dan rapi membuat kesan yang  berbeda,kesan dari sebuah tower BTS. Empat menara yang sejajar dengan cat hijau yang terkesan seger dengan tingginya yang sama semakin terlihat tampilannya yang elegant. Jauh dari kesan sebuah bisnis dalam dunia pertoweran.

Peraturan pemerintah yang mewajibkan tower untuk digabung mungkin yang telah membuat semuanya seperti ini. Selain lebih simple, karena tidak perlu ada banyak tower, juga akan terlihat lebih rapi dan tidak banyak membutuhkan lahan baru untuk membangunnya. Kita juga bisa menggandakan fungsi daripada menara tidak hanya sebagai tempat speaker tapi juga bisa dipasangi sebuah antenna Bts. 

Senin, 16 Agustus 2010

Bungurasih Di Saat Puasa’an



Siang ini, udara terasa sangat menyengat di atas kota Surabaya, Sabtu, 14 Agustus 2010 saat motorku mulai memasuki area terminal Bungurasih. Siang ini aku berangkat untuk pulang walaupn tidak ada rencana awal untuk pulang karena anak-anak di kontrakan banyak juga yang pulang. Hanya beberapa anak saja yang dirumah, sebagian juga masuk kerja.


Saat memasuki halaman terminal, terlihat lalu lalang bis sepeti yang aku liat biasanya. Yang membedakan kali ini adalah jumlah orangnya. Tidak seperti biasanya, terminal terlihat sepi saat bulan-bulan puasa seperti ini. Apalagi sing-siang begini ditambah cuaca yang sangat panas, mungkin akan membuat orang-orang malas untuk bepergian, kecuali dalam keadan penting atau mendadak.

Setelah memasuki bis. Saya naik patas, Harapan Jaya. hmm….terasa sejuk semua badan ini terkena hembusan air ac yang dihembuskan oleh fan-fan ac di bis itu. Saat mulai duduk, saya lihat keliling saya, kiri, kanan masih terlihat banyak bangku yang kosong..aku lihat keluar melalui jendela, banyak bis yang parkir dengan sedikit penumpangnya. Hanya terlihat beberapa calo dan pedagang asongan yang lalu-lalang. Itupun juga tak seramai hari biasanya. Hanya ada pedagang Koran,buku dan beberapa cinderamata. Saya tidak melihat adanya penjual makanan. Hmm…di bulan puasa, terminal ikut puasa juga ya kayaknya…

Jumat, 13 Agustus 2010

Beri Kesempatan Dong,.. Buat Yang Lain

Tampak para penyeberang jalan

Saat kita berkendara di jalan terutama jalanan kota Surabaya,  seringkali kita menjumpai Traffigh Ligh bagi penyeberang jalan. Dengan adanya ini, diharapkan penyeberang jalan dapat menyeberang jalan dengan aman dan nyaman. Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Saya sangat prihatin saat lampu merah menyala, tapi masih banyak juga para pemakai  jalan yang serobot saja tanpa berhenti dan memberikan kesempatan bagi si penyeberang jalan.

Lampu ini dibuat khusus untuk para penyeberang jalan yang tidak ada jembatan penyeberangan. Karena jembatan penyeberangan hanya ada di tempat-tempat tertentu saja terutama di kawasan-kawasan keramaian

Kita sebagai warga dan sebagai pengendara yang baik haruslah member kesempatan kepada yang lain termasuk untuk menyeberang jalan. Kita tidak harus mendahulukan kepentingan kita saja, toh hanya beberapa detik saja. Sungguh sangat kasihan jika melihat seseorang yang menyeberang dan dia kelihatan sangat bingung karena tidak ada lalu lintas yang berhenti padahal lampu merah sudah menyala, tandanya dia sudah boleh mnyeberang.

Dalam hal ini siapa yang salah, apakah pemda setempat yang tidak menyediakan jembatan penyeberangan atau para pengguna jalan yang  sering menerobos lampu merah penyeberang. Solusi yang tepat mungkin adalah menindak para pelanggar rambu-rambu tersebut. Hal ini dilakukan guna melatih kedisiplinan, termasuk guna menyelamatkan para pengguna jalan yang lain yakni pejalan kaki. Selain itu, sepeda motor juga sering menggunakan trotoar sebagai jalan saat kemacetan terjadi. Hal ini jelas sangat menggangu pejalan kaki yang menggunakan trotoar sebagai  tempat mereka berjalan.

 

 







Kamis, 12 Agustus 2010

PUASA’AN


Marhaban Ya Ramadhan, tidak terasa setahun sudah kita melewati bulan Ramadhan dan Alhamdulillah, kita masih bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan kali ini. Banyak kekurangan-kekurangan kita selama hampir satu tahun ini, yang mungkin tanpa kita sadari, kita telah banyak berbuat dosa. Dan Ramadhan inilah moment yang paling tepat untuk kita Introspeksi diri, mengenang kembali dosa-dosa kita yang lalu untuk kita perbaiki.

Ramadhan kali ini jatuh pada hari Rabu tanggal 11 Agustus 2010 seperti yang telah ditetapkan oleh pemerintah, MUI dalam hal ini yang berarti hari selasa malam rabu kemarin kita sudah memulai sholat tarawih. Sayangnya, saya tidak bisa mengikuti sholat tarawih pertama karena kaki saya terluka,lecet di bagian lutut karena futsal tempo hari bersama anak-anak Telkomsel. Dan kini luka itu sudah berangsur pulih walaupun masih sakit saat melakukan sholat.

Kamis, 05 Agustus 2010

Sebatang Racun Begitu Nikmat


Diantara telunjuk dan jari tengahmu
Terdapat rasa rasa yang begitu menggoda
Sebuah rasa tembakau
Bercampur sejuta racun
Yang kan menghabisi tubuhmu

            Mata mengernyit
            Batang korek siap menyala
            Siap membakar racun itu
            Diantara bibir-biibirmu
            Yang s’makin kelihatan biru dan menghitam

Esssttt,…..
Nampak asap mengepul
Dari dinding-dinding gigi dan rahangmu
Ahh..terasa surga ada di pikiranku
Dunia terasa ada padaku