Kamis, 19 Agustus 2010

SEMPATKAH KITA MEMPERHATIKANNYA???


Jauh dari otak dan pikiran kita, seseorang yang telah membantu kita disaat kita sedang membutuhkannya. Butuh dan benar-benar butuh, hingga kadang-kadang kita harus mengetok pintu rumahnya, hanya untuk kepentingan kita. Bukan karena kendaraan kita mogok, tapi karena kempes, atau bocor.
Saat berlalu-lintas, sempatkah kau memikirkan dia??seseorang yang sedang duduk dibawah mesin pompa angin mereka dengan beralaskan seadanya, kadang lagi duduk-duduk dengan santai menunggu rejeki yang datang kepadanya. Tapi sebenarnya dia tidak berharap ada orang yang terkena apes, karena ban sepeda atau sepeda motornya kempes. Dia hanya beharap mendapatkan uang yang layak dan halal dari keringatnya, menambal ban atau sekedar memompanya.
Lalu apakah adil bagi kita, buat mereka. Kita bisa saja kesusahan saat kita membutuhkannya dan harus mencarinya kesana-kemari disaat ban motor kita kempes. Lalu setelah itu kita cuekkan dan kita tinggalkan begitu
saja. Coba kalian renungkan kembali, saat kalian berkendara di jalan raya, pernahkan kalian melihat atau melirik paling tidak, atau mungkin berfikir tentang kehidupannya. Mungkin bisa kalian bayangkan , berapa uang yang ia dapatkan dari kerjaannya itu.
Menurut saya, mereka adalah pahlawan. Bayangkan saja, sudah berapa ribu orang yang ia tolong selama ini dengan tangan dan tenaga mereka, dibantu dengan pompa anginnya. Mereka telah menyelamatkan begitu banyak waktu dan tenaga kita. Mereka adalah pahlawan yang sebenarnya layak kita hargai dan layak kita berikan penghargaan. Bukan pahlawan kemerdekaan, atau pahlawan ekonomi, mereka adalah pahlawan kemanusiaan. Pahlawan kemanusiaan?? Yaa, lalu apakah pahlawan kemanusiaan itu harus mereka-mereka yang melulu punya duwit banyak lalu bisa menyumbangkan uang mereka kepada yayasan-yayasan sekolah, bisa menanamkan modal yang besar dalam usaha mereka, atau mereka yang menyumbangkan dana mereka untuk rakyat yang kemudian disebut-sebut dalam kampanye pencalonan dirinya?? Apakah itu?? Mereka juga pahlawan. Pahlawan kemanusiaan yang layak kita hormati juga, walaupun kita harus mengeluarkan biaya sebagai upah tenaga dan waktunya.
Satu yang sangat aku ingat, saat ban kendaraan kami kempes, saat kami sedang keluar karena urusan tugas. Saat itu ban kiri depan kendaraan kami kempes dan kamipun langsung minggir ke bahu jalan karena melihat ada tukang pompa disitu. Setelah berhenti, kami tidak cepat-cepat keluar dari kendaraan karena kami masih sibuk dengan telefon kami masing-masing. Selang beberapa menit, telfon kamipun berakhir, baru kami keluar dari kendaraan. Saat kami keluar, terlihat disitu ada bapak-bapak yang lagi berdiri di samping pintu depan kendaraan kami sambil senyum, lalu dia berkata ”sudah pak..” kami berdua saling berhadapan mata, lalu saya lihat..ban kami yang kempes memang sudah dipompa sama dia. Subhanallah..padahal kami sendiri tidak tahu dia memompanya dan kita benar-benar belum menyuruhnya.
Itu, sedikit pembelajaran buat kita untuk lebih menghargai orang-orang di sekitar kita yang kadang kadang kita anggap tidak terlalu penting buat kehidupan kita. Tapi tanpa kehadiran mereka, mungkin tadi malam kalian tidak bisa pulang kerumah bersama anak, istri atau keluarga karena ban sepeda motor kita kempes di sebuah daerah yang sangat pelosok. Dan tidak memungkinkan ada toko ban yang ada atau masih buka. Jadi berterima kasihlah kepada mereka dan Tuhan kita, karena selama ini kita masih diberi pekerjaan yang layak, yang lebih dari mereka.Aminn…

3 comments:

r4tn4nop mengatakan...

Tiap orang mempunyai tugas dan peran masing-masing dalam kehidupan ini yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Dalam setiap peran mempunyai usaha, perjuangan, kenikmatan dan kesulitan sendiri dan diperlukan rasa tanggung jawab, ikhlas dalam menjalankannya. Hendaknyalah kita melaksanakan peran kita sebaik mungkin.

Andy mengatakan...

trenyuh gan.. :(

wahyumedia mengatakan...

r4tnanop : Yup.itu bener..hehe
Andy : Sedih juga ya klo dipikir...